1/28/2017

Pengaruh Kecepatan Loading Website Terhadap Penghasilan AdSense

Ibu Sartika
Dalam artikel kali ini kami akan berbagi pengalaman mengenai sebuah studi kasus mengenai seberapa besar pengaruh kecepatan akses website di perangkat mobile terhadap pengunjung dan pendapatan AdSense.

Seperti yang kita ketahui bahwa semakin hari semakin banyak orang yang menggunakan perangkat bergerak untuk menikmati beragam informasi yang disajikan di berbagai website.

Dan dalam pembahasan saat ini kami ingin menegaskan bahwa menampilkan konten website tanpa memperhitungkan kecepatan loading bukanlah sebuah hal yang baik untuk para pengunjung website anda.

Intinya, website yang di akses melalui perangkat bergerak harus bisa menampilkan konten secara lebih cepat dan lebih relevan.

Namun sayangnya berdasarkan analisa yang dilakukan oleh Google terhadap 10000+ domain mobile, mereka menemukan bahwa kebanyakan website tersebut tidak memenuhi kriteria dan persyaratan yang layak untuk menampilkan informasi secara cepat dan relevan.
pengaruh kecepatan loading website dan blog terhadap pendapatan AdSense
Sebagian besar dari website tersebut memiliki kecepatan loading (pemuatan) halaman yang sangat mengecewakan, hal tersebut ditunjukkan dengan kecepatan loading rata-rata yang membutuhkan waktu selama 19 detik di jaringan 3G untuk menampilkan konten secara sempurna.

Kecepatan pemuatan (loading) halaman yang lambat akan menyebabkan pengunjung website merasa frustasi, selain itu juga akan menyebabkan dampak negatif terhadap penghasilan atau pendapatan para penayang iklan AdSense.

Selain ada beberapa faktor yang mempengaruhi terhadap pendapatan (penghasilan) AdSense. Hasil analisa yang dilakukan oleh Google juga menunjukkan bahwa para penayang iklan AdSense yang memiliki website mobile dengan kecepatan akses tidak melebihi 5 detik bisa mendapatkan penghasilan 2x lipat daripada penayang iklan yang memiliki website dengan kecepatan loading sebesar 19 detik.

Selain itu juga hasil observasi tersebut menunjukkan kenaikan viewability unit iklan AdSense sebesar 25% serta sesi kunjungan rata-rata yang lebih lama hingga mencapai 70% untuk website yang memiliki kecepatan loading maksimal 3 detik.

Berangkat dari hasil analisa yang dilakukan oleh Google tersebut, kita sebagai penayang iklan AdSense diharapkan bisa fokus untuk menyajikan konten di website mobile (website versi mobile atau website yang dikunjungi dari perangkat bergerak) yang kita miliki.

Untuk membantu para penayang iklan AdSense, Google memperkenalkan project AMP yang secara khusus dikembangkan untuk menyajikan informasi yang lebih cepat di website-website seluruh dunia.

Project AMP tersebut itu berkaitan erat dengan rencana Google untuk meluncurkan sebuah scalable native advertising solution sebagai salah satu bentuk investasi produk yang akan membantu para penayang iklan AdSense meningkatkan penghasilan dengan meminimalisir latensi.

Beberapa alasan kenapa website dengan kecepatan loading yang lambat akan menjadi penghambat terhadap pendapatan para penayang iklan AdSense:
  • Sebanyak 53% website akan ditinggalkan pengunjung ketika halaman tersebut tidak selesai di muat dalam waktu 3 detik
  • 1 dari 2 orang pengunjung berharap sebuah halaman bisa selesai di muat dalam waktu 2 detik
  • 46% orang (pengunjung) berkata bahwa menunggu halaman website selesai di muat merupakan sebuah hal yang tidak mereka sukai ketika mereka melakukan browsing di perangkat bergerak.
Kita semua akan dan mungkin sudah mengetahui kondisi yang kami sebutkan di atas.

Untuk mengetahuinya, coba bayangkan ketika anda menemukan sesuatu yang menarik di smartphone anda, apakah anda akan selalu ikhlas untuk meluangkan lebih banyak waktu ketika halaman berisi informasi tersebut tidak tampil dalam waktu satu hingga dua detik ?

Sebagai pengelola website dan sekaligus sebagai penayang iklan AdSense, anda harus mengetahui bahwa 3 faktor utama yang menghambat (memperlambat) pemuatan (loading) halaman di website anda adalah ukuran file, jumlah permintaan ke server, dan urutan berbagai elemen yang di muat.

Untuk 3 faktor tersebut kami menemukan 2 hal menarik, yakni :
  • Ukuran konten rata-rata di website mobile adalah 1,49 MB. Ukuran konten sebesar itu akan membutuhkan waktu sebesar 7 detik supaya bisa ditampilkan secara keseluruhan dengan menggunakan koneksi 3G.
  • Website dengan halaman mobile rata-rata melakukan 214 permintaan ke server, dan setengah dari permintaan tersebut sangat berkaitan erat dengan iklan.

Beberapa Hal Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Meningkatkan Kecepatan Akses Website di Perangkat Bergerak

Di luar sana banyak sekali tool yang akan membantu anda melakukan diagnosa sekaligus membantu anda memperbaiki lambatnya kecepatan loading halaman website yang di akses melalui perangkat bergerak.

Kami merekomendasikan 3 langkah berikut ini untuk mempercepat kecepatan akses di website anda :
  1. Ketahui kecepatan dan performa website anda menggunakan tools seperti PageSpeed Insights, Mobile Friendly Test dan Web Page Test.
  2. Hilangkan hal-hal yang memblokir konten, kurangi permintaan terhadap server, dan konsolidasikan dengan tag analisa seperti yang dimiliki Google Analytics. Rubah urutan permintaan elemen kemudian seleksi seminimal mungkin konten tidak berguna yang berada di area above the fold. Style, logika javascript dan gambar harus bisa di akses setelah melakukan tap (sentuhan), sedangkan scrolling dan swipe di muat belakangan.
  3. Monitor performa website setelah melakukan perubahan dengan melakukan pengujian A/B secara rutin untuk meng-audit perubahan yang sudah dilakukan, kemudian tandai dan buang setiap hal yang menyebabkan konten dan iklan lambat di muat.
Itulah penjelasan dari kami mengenai pengaruh atau peranan kecepatan loading website terhadap performa blog/website dan pendapatan AdSense.

Kami berharap anda bisa mendapatkan tambahan manfaat, pengalaman serta wawasan dari artikel yang kami bagikan kali ini.

Akhir kata kami ucapkan terima kasih atas atensi, kontribusi dan kunjungan anda. Sampai jumpa di kesempatan yang akan datang dengan artikel bermanfaat dan informatif lainnya.