2/19/2017

Ketahui Hal Ini Sebelum Anda Membuat Layanan Guest Blogging

Ibu Sartika
Mengelola website memang terkesan mudah jika hanya dibayangkan, namun lain kenyataannya jika kita sudah terjun langsung untuk mengembangkannya, terutama dengan cara mengisi website atau blog tersebut dengan beragam konten.

Sebagai manusia, tentunya kita sebagai blogger yang memanajemen website tak jarang dihinggapi rasa malas untuk membuat konten, dan biasanya jika sudah benar-benar mentok, kita kemudian menawarkan blogger lain untuk menulis artikel secara sukarela kemudian mempublikasikannya di website yang kita kelola dengan tujuan supaya website kita tetap memiliki konten secara konsisten.

Namun untuk mendapatkan konten dari blogger lain tidaklah mudah, karena kita membutuhkan beberapa hal berikut ini :
  1. Website atau blog kita harus memiliki reputasi yang baik, bahkan sangat baik. Karena sebagian besar blogger di Indonesia dominan lebih menyukai website dengan peringkat dan reputasi bagus sebelum dia menjadi guest writer di blog yang bersangkutan.
  2. Kita sebagai pengelola harus melakukan editing ulang terhadap konten yang di tulis oleh blogger lain. Hal ini berlaku jika kita ingin konten-konten tambahan tersebut tetap sesuai dengan niche dan tujuan serta visi dari website atau blog yang kita kelola.
  3. Kita harus mempertanggungjawabkan konten dari blogger lain. Ini adalah sebuah keharusan, terutama jika kita adalah seorang penayang iklan AdSense.
Sudah banyak cerita yang beredar di internet bahwa pengelola website atau blog tidak perlu bertanggung jawab atas konten yang berasal dari sumber eksternal. Namun bagi kita yang notabene seorang publisher AdSense, kita harus sadar bahwa konten dari blogger lain sangat berpengaruh besar terhadap ekosistem iklan dan kenyamanan pengunjung serta pendapatan.
Jangan Menerima Guest Blogging Sebelum Anda Memahami Akibatnya
Berikut ini adalah penjelasan dari Hannah Sclehsinger, salah satu orang dari tim Kebijakan Program AdSense yang membahas tentang user generated content.

Mitos : Anda tidak perlu bertanggung jawab jika ada orang (blogger) lain yang menulis kemudian menerbitkan konten yang melanggar kebijakan AdSense di website kita.

Fakta : Sebagai penayang iklan AdSense, anda harus bertanggung jawab untuk memastikan semua konten, termasuk konten yang dibuat oleh orang lain seperti postingan forum, komentar dan umpan balik tetap mematuhi kebijakan program AdSense.

Kita perlu mengetahui bahwa tim kebijakan program Google AdSense secara rutin melakukan review terhadap berbagai konten di dalam jaringan AdSense untuk memastikan bahwa konten tersebut aman untuk pengiklan, pengunjung (pengguna) website/aplikasi dan penayang iklan tidak jauh berbeda dengan betapa pentingnya kualitas jaringan itu sendiri.

Khusus untuk kita sebagai penayang iklan AdSense, hormatilah Google dengan cara membuang semua iklan di halaman yang memuat konten yang tidak bermutu, sebab para pengiklan memiliki standar tinggi yang terus diperbaiki.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan yang menggunakan AdWords untuk memasarkan pakaian bayi tidak menginginkan iklan mereka ditayangkan di website yang menayangkan konten dewasa atau konten lain yang tidak sesuai kebijakan.

Pastikan bahwa konten yang dikirimkan dan ditulis oleh orang lain melewati proses editing agar tetap sesuai dengan kebijakan program AdSense. Jika anda menerima ratusan (atau bahkan ribuan) video, artikel, foto, tweet dan komentar setiap hari, maka itu adalah sebuah tindakan yang masiv.

Bagaimanapun anda sangat perlu bertanggung jawab terhadap semua website atau blog yang mengikutsertakan kode iklan AdSense didalamnya meskipun anda mempublikasikan konten didalamnya secara langsung atau berupa kontribusi dari orang lain.

Dalam beberapa kasus, tindakan pertama yang akan dilakukan oleh Tim Kebijakan Google AdSense setelah menemukan sesuatu yang melanggar kebijakan adalah memberikan pemberitahuan mengenai website yang terindikasi melakukan pelanggaran, tidak terkecuali untuk pelanggaran yang menyinggung DMCA dan pelanggaran kategori berat lainnya.

Setelah memberi pemberitahuan awal, maka anda perlu segera bertindak dan mengambil keputusan, jangan hanya merespon peringatan saja. Tetapi segera mengimplementasikan tindakan pro aktif untuk memastikan bahwa konten yang melanggar kebijakan sudah dihapus (ditiadakan) dari website yang melanggar.

Tim Kebijakan Program Google AdSense memahami bahwa anda akan membutuhkan waktu untuk mendapatkan solusi terbaik untuk mencegah permasalahan konten yang melanggar tersebut, namun mereka tetap akan memberikan anda waktu supaya anda bisa memperbaiki pelanggaran yang terjadi. Dengan melakukan tindakan yang pro aktif, maka secara langsung anda sudah berusaha untuk mencegah penonaktifan akun AdSense, dan itu tentunya merupakan kabar gembira untuk kita sebagai penayang iklan.

Mereka (Tim Kebijakan Program AdSense) mengetahui betapa kerasnya kita memastikan konten website atau blog tetap memiliki kualitas tinggi sekaligus membebaskan website tersebut dari beragam konten yang melanggar seperti konten dewasa, konten tidak original, atau hal lainnya yang berpotensi menyebabkan pelanggaran. Dan untuk anda yang sudah melakukan tindakan seperti itu, mereka sangat berterima kasih.

Ketika para pengiklan, penayang iklan dan pengunjung website mengetahui bahwa mereka bisa menggabungkan kepercayaan ke dalam ekosistem periklanan, maka semua pihak akan merasa senang sekaligus menang.

Itulah penjelasan dari kami mengenai mitos dan fakta seputar user generated content. Kami berharap artikel ini bisa memberikan kita tambahan informasi, manfaat dan wawasan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas website serta pendapatan dari AdSense.

Akhir kata kami ucapkan terima kasih atas atensi dan kunjungan anda, sampai jumpa di kesempatan yang akan datang dengan artikel bermanfaat lainnya.